Pendaftaran Merek Dagang Indonesia: Apa yang Ditunjukkan oleh Pencarian Kelayakan dan Cara Memilih Kelas NICE yang Tepat
19 Agustus 2026
•
Waktu baca 8 menit


Isi
Para pendiri yang bersiap meluncurkan lini produk baru, pemilik waralaba yang memasuki Indonesia, dan tim pemasaran yang mengganti nama perusahaan, semuanya sampai pada pertanyaan yang sama sebelum mereka mengajukan pendaftaran: apakah nama merek ini benar-benar bebas digunakan? Artikel ini ditulis untuk audiens tersebut, yaitu pemilik bisnis, penasihat hukum internal, dan pimpinan pemasaran yang akan mendaftarkan merek dagang di Indonesia, yang menginginkan gambaran realistis tentang apa yang dikonfirmasi oleh pencarian awal dan bagaimana memilih kelas NICE tanpa membayar untuk perlindungan yang akan tetap tidak terpakai.
Pencarian izin akses dijalankan terhadap PDKI (Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, Database Kekayaan Intelektual) dikelola oleh DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di bawah Kementerian Hukum Indonesia) hanya menampilkan merek yang telah didaftarkan dan dipublikasikan. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual tidak dapat melihat permohonan yang diajukan beberapa hari sebelumnya tetapi belum diindeks, dan tidak dapat memprediksi bagaimana pemeriksa akan membaca kesamaan fonetik atau konseptual. UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Kesenjangan antara hasil pencarian yang terlihat bersih dan pengajuan yang benar-benar aman itulah yang menyebabkan sebagian besar permohonan merek dagang di Indonesia mengalami masalah.
Pada akhir panduan ini, pembaca akan memahami apa yang sebenarnya diperiksa oleh pencarian pendahuluan, di mana letak titik butanya, dan bagaimana klasifikasi NICE harus dibangun berdasarkan produk saat ini dan rencana ekspansi yang realistis, bukan disalin dari templat.
Apa Sebenarnya yang Diperiksa dalam Pencarian Merek Dagang Awal?
Pencarian pendahuluan, terkadang disebut pengecekan kelayakan, adalah peninjauan basis data merek dagang publik DJKI sebelum suatu bisnis berkomitmen pada suatu nama. Pemohon mencari langsung di portal DJKI, memeriksa merek kata, logo, dan aplikasi yang sedang diproses di seluruh kelas atau kelas yang ingin mereka daftarkan.
Menurut panduan DJKI sendiri, basis data diperbarui hampir setiap hari, tetapi keakuratan data tersebut juga menjadi keterbatasannya. Pencarian yang dilakukan hari ini hanya mencerminkan apa yang telah dicatat hingga hari ini, bukan apa yang mungkin diajukan oleh pesaing besok atau apa yang diajukan minggu lalu dan masih diproses secara internal.
Apa yang secara andal ditunjukkan oleh pemeriksaan latar belakang dan apa yang tidak ditunjukkannya:
| Dimensi pencarian | Apa yang ditunjukkannya | Apa yang TIDAK ditunjukkan |
| Merek kata yang identik | Merek terdaftar atau yang telah dipublikasikan dengan susunan kata yang sama, dalam kelas yang dicari. | Merek dagang yang telah didaftarkan tetapi belum dipublikasikan dalam sistem PDKI. |
| Tanda yang terdengar mirip | Daftar yang mungkin digunakan pemeriksa sebagai perbandingan, jika pencariannya cukup luas. | Bagaimana penguji DJKI akan mempertimbangkan kesamaan fonetik atau konseptual berdasarkan Pasal 21 |
| Merek asing terkenal | Hanya jika merek tersebut sudah didaftarkan secara lokal. | Keberatan berbasis reputasi dari merek yang tidak pernah didaftarkan di Indonesia tetapi digunakan di tempat lain. |
| Lingkup kelas | Which Nice mengklasifikasikan merek pesaing yang terdaftar di bawahnya. | Apakah barang-barang dalam kelas yang berbeda masih akan dianggap terkait oleh pemeriksa? |
Apa yang Tidak Dapat Diberitahukan oleh Pemeriksaan Kelayakan Mengenai Risiko Merek Dagang Terdaftar
Pencarian yang tidak menghasilkan apa pun bukan berarti lampu hijau. Perlindungan merek dagang terdaftar di Indonesia bersifat teritorial dan berdasarkan prinsip siapa yang pertama mengajukan, artinya sebuah nama dapat sepenuhnya terbuka di basis data PDKI namun tetap membawa risiko hukum begitu permohonan tersebut diperiksa.
Sebagai contoh: sebuah nama yang dikenal secara global namun tidak tercatat dalam satu kategori.
Band rock Jepang L'Arc-en-Ciel adalah contoh yang berguna. Nama band ini dikenal di seluruh dunia, namun dilaporkan tidak pernah didaftarkan secara lokal untuk pakaian dan perlengkapan, sehingga kelas tersebut terbuka bagi pihak ketiga untuk mengajukan permohonan dan berpotensi memblokir penjualan merchandise band tersebut di Indonesia di masa mendatang. Pencarian PDKI yang bersih pada nama tersebut, yang hanya dijalankan terhadap kelas pakaian sebelum pengajuan tersebut ada, tidak akan menghasilkan konflik dan tidak ada peringatan.
Inilah keterbatasan utama dari pencarian mandiri: pencarian tersebut hanya memberi tahu bisnis apa yang sudah ada dalam basis data, bukan apa yang akan terjadi pada suatu nama karena kelas pendaftaran merek dagang tidak diajukan. Ketenaran di luar negeri tidak secara otomatis memperluas perlindungan merek dagang terdaftar ke Indonesia; UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis masih mensyaratkan pendaftaran lokal untuk hak yang dapat ditegakkan dalam sebagian besar situasi.
Contoh kasus: merek minuman dan kebingungan antar kelas sosial.
Posisi Monster Energy dalam kategori minuman juga menunjukkan bagaimana klasifikasi dan persetujuan berinteraksi. Minuman energi, suplemen, dan minuman beraroma dapat berada di kelas NICE yang berdekatan, dan nama yang disetujui dalam satu kelas terkait minuman mungkin masih menghadapi penolakan relatif berdasarkan Pasal 21 jika pemeriksa memperlakukan kelas yang berdekatan sebagai terkait dalam saluran perdagangan atau persepsi konsumen.
Bagi bisnis yang merencanakan peluncuran minuman, suplemen, fesyen, atau produk terkait makanan, ini adalah jenis keputusan yang membutuhkan tinjauan dari orang yang berpengalaman, bukan sekadar pencarian mandiri berdasarkan satu kategori.
Klasifikasi Nice untuk Pendaftaran Merek Dagang Indonesia: Memilih Kelas yang Akan Benar-Benar Anda Gunakan
Klasifikasi Nice adalah sistem internasional yang terdiri dari 45 kelas, barang dalam kelas 1 hingga 34 dan jasa dalam kelas 35 hingga 45, yang dikelola oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia dan diadopsi oleh DJKI untuk setiap permohonan yang diajukan di Indonesia.
Setiap kelas didaftarkan dan diperiksa secara terpisah, yang berarti daftar kelas yang diajukan oleh suatu bisnis menjadi batasan pasti perlindungan hukumnya. Nama yang terdaftar di kelas 25 untuk pakaian tidak secara otomatis terlindungi di kelas 43 untuk layanan restoran, meskipun keduanya berdagang di bawah merek yang sama.
Berapa banyak kelas yang harus diajukan oleh bisnis baru di Indonesia?
Tidak ada angka pasti yang cocok untuk setiap pemohon. Pendekatan yang tepat adalah memetakan produk atau layanan saat ini terhadap rencana realistis untuk dua hingga tiga tahun ke depan, bukan hanya apa yang ditawarkan pada hari pertama pengajuan permohonan.
- Buat daftar setiap barang atau jasa yang dijual saat ini dan cocokkan masing-masing dengan kelas Nice-nya.
- Tambahkan kelas yang terkait dengan ekspansi yang sudah dianggarkan atau dikontrak, seperti lini produk yang direncanakan atau peluncuran waralaba.
- Hindari memasukkan kelas-kelas yang bersifat ambisius tanpa jangka waktu yang konkret, karena pendaftaran yang tidak digunakan masih membawa risiko pembatalan jika tidak digunakan.
- Tinjau kembali daftar kelas sebelum setiap siklus perpanjangan karena model bisnis terus berkembang.
Mengenai poin terakhir, Mahkamah Konstitusi Indonesia telah menegaskan bahwa merek terdaftar dapat dibatalkan oleh pihak ketiga melalui Pengadilan Niaga jika tidak digunakan selama lima tahun berturut-turut, memperpanjang ambang batas tiga tahun yang semula tertulis dalam Pasal 74 ayat 1. UU No. 20 Tahun 2016. Mengajukan gugatan kelompok tanpa niat untuk menggunakannya bukanlah perlindungan permanen.
Mengapa rencana bisnis saat ini dan masa depan harus membentuk daftar kelas
Daftar gugatan kelompok yang diajukan hanya berdasarkan lini produk saat ini seringkali memerlukan pengajuan ulang yang mahal di kemudian hari. Perusahaan perangkat lunak yang berencana meluncurkan barang dagangan fisik, merek makanan yang mengincar format kafe di masa depan, atau perusahaan jasa yang mempertimbangkan model waralaba akan lebih baik mempertimbangkan arah tersebut saat memilih gugatan kelompok, bukan setelah pesaing sudah mengajukannya.
Strategi Merek Dagang Terdaftar: Satu Merek di Banyak Kelas, atau Banyak Merek dalam Satu Kelas?
Dua strategi korporat terkenal menggambarkan berbagai pilihan yang tersedia saat merencanakan strategi kelas Nice, dan keduanya sah tergantung pada model bisnisnya.
| Strategi | Cara kerjanya | Contoh |
| Satu nilai, banyak kelas | Satu merek internal digunakan di setiap kategori yang digarap grup ini, mulai dari hiburan, mainan, hingga pakaian, sehingga identitas merek tetap ter统一. | Disney, Marvel, Pokémon, dikategorikan dalam bidang hiburan, penerbitan, mainan, pakaian, dan layanan taman hiburan. |
| Beberapa nilai, satu kelas | Suatu kelompok mendaftarkan merek dagang terpisah dan berbeda yang memiliki satu kelas atau rentang kelas yang sempit, sehingga setiap produk dapat bersaing berdasarkan identitasnya sendiri. | Indofood milik Salim Group, dengan merek Indomie, Sarimi, Supermi, dan Pop Mie yang sebagian besar berada dalam kategori mi instan dan makanan. Unilever dengan merek produk perawatan rambut seperti Sunsilk, Clear, TRESemmé, Dove, dan Zwitsal Baby. |
Tidak ada pendekatan yang secara inheren lebih baik. Grup merek tunggal mendapat manfaat dari konsistensi dan biaya manajemen berkelanjutan yang lebih rendah, sementara grup merek ganda melindungi identitas setiap lini produk secara terpisah, sehingga masalah reputasi satu produk tidak berdampak pada produk lain sambil tetap merebut pangsa pasar. Semua strategi di atas akan bergantung pada pemilik bisnis.
Layanan Pendaftaran Merek Dagang: Di Mana Pencarian Mandiri Mencapai Batasnya
Pemilik bisnis tentu saja dapat menjalankan pencarian PDKI mereka sendiri dan memilih kelas dari daftar Nice WIPO. Batasannya terletak pada pertimbangan: bagaimana pemeriksa cenderung membaca nama yang hampir identik, apakah kelas yang belum diajukan merupakan risiko bisnis yang nyata, dan bagaimana menyusun daftar kelas berdasarkan anggaran lima tahun daripada hanya pengajuan tunggal.
Di sinilah Business Hub Asia berada. layanan pendaftaran merek dagang Berada di samping proses, bukan menggantikannya: meninjau hasil pencarian dengan membandingkannya dengan preseden pemeriksa, memetakan pemilihan kelas dengan rencana pertumbuhan aktual klien, dan menandai kelas yang layak dipantau bahkan setelah pendaftaran selesai.
Bagi bisnis yang juga mempertimbangkan struktur badan usaha di samping perlindungan merek, panduan terkait tentang mendirikan PT PMA Indonesia (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing, sebuah perseroan terbatas milik asing) menjelaskan bagaimana pembentukan badan hukum dan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual biasanya berjalan secara paralel.
Apa Perbedaan Antara Pencarian Merek Dagang dan Pendaftaran Merek Dagang di Indonesia?
Pencarian merek dagang adalah langkah diagnostik: langkah ini memeriksa basis data PDKI untuk mengetahui adanya konflik sebelum suatu bisnis menghabiskan waktu atau anggaran untuk suatu nama. Pendaftaran merek dagang di Indonesia adalah proses hukum formal, yaitu mengajukan permohonan ke DJKI, melewati pemeriksaan formal dan substantif berdasarkan UU No. 20 Tahun 2016, melewati masa keberatan publik, dan menerima sertifikat. Pencarian mengurangi risiko; hanya pendaftaran yang menciptakan hak yang dapat ditegakkan.
Artikel terkait:
- Pendaftaran Merek Dagang di Indonesia: Dampak Nyata Regulasi 2026 terhadap Bisnis
- Pendaftaran Merek Dagang Indonesia: Panduan Lengkap untuk Merek Asing
- Merek Dagang Indonesia: Apa yang Diungkapkan oleh Kasus-Kasus Penting
Bangun Strategi Pengarsipan yang Bertahan Seiring Waktu
Nama merek yang lolos pemeriksaan basis data cepat masih dapat menghadapi keberatan setelah diperiksa secara formal, dan daftar kelas yang disalin dari pesaing jarang sesuai dengan jalur pertumbuhan bisnis itu sendiri. Memperlakukan pencarian dan klasifikasi sebagai dua keputusan yang saling terkait, bukan dua kotak terpisah yang harus dicentang, adalah hal yang sebenarnya mengurangi risiko.
Business Hub Asia bekerja sama dengan para pendiri dan tim hukum melalui kedua tahapan, mulai dari tinjauan persetujuan mendalam hingga strategi kelas yang dibangun berdasarkan rencana ekspansi nyata. Bisnis yang siap bergerak maju dapat pesan konsultasi Dengan menggunakan layanan pendaftaran merek dagang Business Hub Asia, daftar nama dan kelas merek dagang dapat ditinjau sebelum diajukan, bukan setelah adanya keberatan.

Artikel Oleh
Tjhia Edy Tarlesno, SH, LLM.
Edy adalah COO Business Hub Asia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang hukum, kepatuhan, dan investasi asing, memimpin operasional dan strategi regulasi di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
Business Hub Asia membantu Anda mendirikan, menjalankan, dan mengembangkan bisnis Anda di Indonesia & Asia Tenggara.
Konsultasi dengan PakarPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah penelusuran PDKI sudah cukup sebelum mengajukan pendaftaran merek dagang di Indonesia?
Pencarian PDKI merupakan langkah awal yang diperlukan tetapi bukan jaminan lengkap. Pencarian ini menunjukkan merek dagang yang telah dipublikasikan tetapi tidak dapat memprediksi penilaian pemeriksa mengenai kemiripan atau mendeteksi permohonan yang diajukan tetapi belum diindeks.
Berapa banyak kelas Nice yang harus diajukan oleh usaha kecil?
Sebagian besar usaha kecil mengajukan satu atau dua kelas yang sesuai dengan produk atau layanan mereka saat ini, kemudian menambahkan kelas lain seiring dengan rencana ekspansi yang konkret, bukan sekadar aspirasi, yang mulai terbentuk selama siklus perpanjangan berikutnya.
Bisakah satu merek didaftarkan di beberapa kelas yang tidak terkait?
Ya. Satu merek dapat didaftarkan di sebanyak mungkin kelas yang dibutuhkan dan mampu dikelola oleh pemohon, selama setiap kelas mencerminkan barang atau jasa yang benar-benar digunakan atau direncanakan untuk digunakan oleh merek tersebut.
Apa yang terjadi jika sebuah kelas didaftarkan tetapi tidak pernah digunakan?
Merek terdaftar yang tidak digunakan selama lima tahun berturut-turut dapat dibatalkan oleh pihak ketiga melalui Pengadilan Niaga, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusional tentang Pasal 74 ayat 1 UU No. 20 Tahun 2016.
Apakah ketenaran di luar negeri secara otomatis melindungi sebuah merek di Indonesia?
Tidak secara otomatis. Indonesia mengikuti sistem teritorial "siapa yang pertama mendaftar, dialah yang mengajukan", sehingga reputasi internasional saja tidak menjamin perlindungan kecuali merek tersebut juga didaftarkan secara lokal di kelas yang relevan.
Apa perbedaan antara alasan penolakan absolut dan relatif?
Alasan absolut berdasarkan Pasal 20 UU No. 20 Tahun 2016 mencakup merek yang bertentangan dengan ketertiban umum, agama, atau kurang memiliki kekhasan. Alasan relatif berdasarkan Pasal 21 mencakup pertentangan dengan merek sebelumnya atau merek terkenal.
Bisakah dua perusahaan mendaftarkan nama yang serupa di kelas yang berbeda?
Terkadang, tetapi tidak selalu. Pemeriksa DJKI dapat memperlakukan barang atau jasa dalam kelas yang berbeda sebagai barang atau jasa yang terkait jika mereka memiliki saluran perdagangan yang sama atau menargetkan konsumen yang sama, yang tetap dapat memicu penolakan relatif.
Seberapa sering sebuah bisnis harus meninjau kembali cakupan asuransi kelasnya?
Titik pengecekan praktis adalah setiap siklus perpanjangan, atau setiap kali bisnis menambahkan lini produk, layanan, atau pasar yang benar-benar baru, sehingga daftar kelas tetap selaras dengan apa yang sebenarnya dijual.
Selain nama merek yang tepat, apa lagi yang harus dicari oleh sebuah bisnis?
Pencarian menyeluruh juga mencakup variasi fonetik, terjemahan, kesalahan ejaan umum, dan elemen logo apa pun, karena pemeriksa DJKI menilai kesan keseluruhan, bukan hanya kecocokan teks yang tepat.
Mengapa bekerja sama dengan layanan pendaftaran merek dagang daripada mengajukan sendiri?
Layanan pendaftaran merek dagang menghadirkan pengenalan pola dari pengajuan dan penolakan sebelumnya, membantu pemohon menilai risiko dalam kasus-kasus abu-abu dan membangun strategi kelas yang sesuai dengan lintasan bisnis yang sebenarnya, bukan hanya katalognya saat ini.
Hubungi Tim Kami
Beri tahu kami bagaimana kami dapat membantu pembentukan atau perluasan perusahaan Anda.
Mulailah Memasuki Pasar Asia Tenggara dengan Percaya Diri
Business Hub Asia siap membantu Anda memahami regulasi di Indonesia, Vietnam, dan Filipina, mulai dari perizinan usaha dan pendaftaran produk hingga manajemen tenaga kerja. Dengan pendekatan yang efisien, akurat, dan berfokus pada bisnis.
Penafian
Konten yang disediakan di situs web ini diterbitkan oleh PT. Bisnis Hub Asia (“Kami", atau "kita") hanya untuk tujuan informasi umum. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan dan ketepatan waktu informasi yang disajikan, kami tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan konten, produk, atau layanan apa pun yang dijelaskan di situs web ini. Segala ketergantungan pada informasi tersebut sepenuhnya merupakan risiko pengguna sendiri.
Kami adalah badan swasta dan independen dan adalah tidak berafiliasi dengan, diizinkan oleh, atau bertindak atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kementerian, lembaga, atau perwakilan resmi yang ditunjuk. Situs web ini tidak bukan menyediakan, menawarkan, atau mempromosikan dokumen atau layanan resmi pemerintah, termasuk namun tidak terbatas pada:
Nomor Induk Berusaha (NIB);
Pengembalian atau potongan pajak;
Izin Tinggal atau otorisasi perjalanan elektronik;
Paspor atau dokumen terkait imigrasi lainnya.
Referensi apa pun terhadap layanan tersebut diberikan semata-mata untuk tujuan informasi umum dan tidak boleh ditafsirkan sebagai tawaran atau fasilitasi layanan resmi.
Kami berkomitmen untuk memastikan perlindungan data pribadi Anda sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data PribadiSegala informasi pribadi yang dikumpulkan melalui situs web ini akan diproses untuk tujuan yang dijelaskan secara jelas dalam [Pernyataan Privasi] kami. Kami tidak menjual atau menyalahgunakan data pribadi dalam keadaan apa pun.
Dengan mengakses dan menggunakan situs web ini, Anda mengakui dan menyetujui ketentuan yang tercantum dalam Pernyataan Penyangkalan ini. Anda selanjutnya setuju untuk menggunakan situs web ini dan informasi yang diberikan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Untuk informasi lebih lanjut atau pertanyaan mengenai Sanggahan ini, silakan hubungi kami melalui saluran yang disediakan di halaman Kontak kami.
Anda Mungkin Juga Menyukai
Tetap terinformasi dengan wawasan, panduan, dan artikel terbaru kami tentang menjalankan bisnis di Asia Tenggara.
Pendaftaran Merek Dagang
Merek Dagang di Indonesia: Apakah Bisnis Anda Membutuhkan Entitas Lokal untuk Memegangnya?

Tjhia Edy Tarlesno, SH, LLM. • 24 Agustus 2026
Pendaftaran Merek Dagang
Pencurian Merek Dagang di Indonesia: Apa yang Harus Dilakukan Jika Merek Anda Sudah Dimiliki

Tjhia Edy Tarlesno, SH, LLM. • 13 Agustus 2026
Pendaftaran Merek Dagang
Merek Dagang Indonesia: Apa yang Diungkapkan oleh Kasus-Kasus Penting

Tjhia Edy Tarlesno, SH, LLM. • 30 Juli 2026