{"id":8532,"date":"2026-04-23T10:32:32","date_gmt":"2026-04-23T03:32:32","guid":{"rendered":"https:\/\/businesshubasia.com\/"},"modified":"2026-07-19T13:11:15","modified_gmt":"2026-07-19T06:11:15","slug":"padel-court-business-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/padel-court-business-indonesia\/","title":{"rendered":"Bisnis Lapangan Padel di Indonesia: ROI, Biaya, dan Peluang Pasar di Tahun 2026 (Hal yang Patut Diperhatikan)"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia diam-diam telah menjadi salah satu kisah investasi olahraga paling menarik di Asia Tenggara. Bisnis lapangan padel di Indonesia bukan lagi percakapan khusus di kalangan pelaku olahraga. Kini, bisnis ini telah menjadi kategori investasi utama yang menarik modal dari investor domestik maupun asing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka-angka tersebut sulit diabaikan. Menurut Laporan Padel Indonesia 2025 oleh Core &amp; Court dan Growell, Indonesia mencatat peningkatan 295% dalam jumlah klub padel dan menyaksikan pembangunan lebih dari 1.580 lapangan baru hanya pada tahun 2025. Tingkat pertumbuhan lapangan tahunan di negara ini mencapai 74%, menjadikannya pasar padel dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. (Sumber: <a href=\"https:\/\/www.scribd.com\/document\/944796241\/Indonesia-Padel-Report-2025\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Laporan Padel Indonesia 2025<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Indonesia Adalah Pasar Padel yang Tidak Boleh Diabaikan oleh Investor Mana Pun?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Federasi Padel Internasional (FIP), pasar padel global telah melampaui 70.000 lapangan di seluruh dunia pada awal tahun 2026. Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tinggi yang paling menonjol dalam setiap laporan padel global utama. (Sumber: <a href=\"https:\/\/newsletter.padelbusinessmagazine.com\/p\/global-growth-accelerates-padel-courts-worldwide-exceed-70-000\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Laporan Global FIP<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang membedakan Indonesia dari pasar padel berkembang lainnya adalah besarnya permintaan yang belum terpenuhi. Bahkan dengan lebih dari 700 klub yang diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2026, slot lapangan tetap penuh dipesan di Jakarta dan Bali. Kesenjangan antara penawaran dan permintaan itulah yang menjadi peluang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Alasan utama mengapa Indonesia menonjol untuk investasi padel:<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Pertumbuhan GMV tercepat secara global per lapangan, meningkat dari \u20ac2.300 menjadi \u20ac6.300 per bulan antara tahun 2023 dan 2024.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Populasi perkotaan muda dengan lebih dari 20.000 pemain padel aktif, yang terus berkembang pesat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Adopsi komunitas organik yang kuat di Jakarta, Banten, Bali, dan Bandung&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Ekosistem padel Indonesia berada di posisi terbesar di Asia Tenggara, melampaui Malaysia, Thailand, dan Filipina.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Angka Pendapatan Sebenarnya di Balik Bisnis Lapangan Padel di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menginvestasikan modal, investor tentu ingin melihat seperti apa pengembaliannya dalam praktiknya. Model pendapatan untuk tempat bermain padel di Indonesia cukup sederhana, dan margin keuntungannya sangat menarik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tarif sewa lapangan di Jakarta rata-rata antara Rp 400.000 dan Rp 600.000 per jam. Tempat-tempat premium di Jakarta Selatan dan Bali mengenakan biaya hingga Rp 850.000 per jam. Dengan lapangan yang biasanya beroperasi 10 hingga 12 jam per hari, satu lapangan dapat menghasilkan pendapatan kotor bulanan sebesar Rp 60 juta hingga Rp 90 juta. (Sumber: <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/business\/2025\/08\/22\/padel-courts-rise-in-jakarta-to-meet-surging-demand.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jakarta Post<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber pendapatan untuk tempat bermain padel di Indonesia:<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Sewa lapangan per jam (penggerak pendapatan utama)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Keanggotaan bulanan dan paket komunitas&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Program pelatihan dan pembinaan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Layanan makanan dan minuman (F&amp;B)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Pemesanan untuk program kesehatan perusahaan dan kegiatan membangun tim&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Sponsor dan acara turnamen bermerek<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tips Praktis:<\/strong> Tempat-tempat yang menyediakan penawaran makanan dan minuman (F&amp;B) di samping lapangan tenis secara signifikan meningkatkan pendapatan per kunjungan. Rata-rata pengeluaran per kunjungan, termasuk F&amp;B, mencapai Rp 450.000, menurut laporan olahraga raket Liga.Tennis yang mencakup 8 klub sepanjang tahun 2025. (Sumber: <a href=\"https:\/\/www.thesoutheastasiadesk.com\/p\/indonesias-racquet-sports-ecosystem\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meja Asia Tenggara<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tingkat Hunian: Apa yang Sebenarnya Dilihat oleh Operator<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkat hunian adalah metrik yang paling penting bagi bisnis padel tahap awal di Indonesia, dan angka yang dilaporkan oleh operator sangat luar biasa untuk investasi perhotelan atau olahraga apa pun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WePadl di Pondok Indah, Jakarta Selatan, melaporkan tingkat hunian minimum sebesar 87% sejak dibuka pada awal tahun 2025. Di salah satu lokasi di Jakarta Selatan yang beroperasi 18 jam per hari, tingkat hunian sempat mencapai 99%.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rata-rata di seluruh tempat di Jakarta secara konsisten berada di atas 70%, jauh di atas ambang batas yang dibutuhkan untuk mencapai profitabilitas. (Sumber: <a href=\"https:\/\/weekender.thejakartapost.com\/prosperity-and-progress\/2025\/09\/06\/cashing-in-on-padel-the-new-courtside-economy-of-jakarta.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jakarta Post<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukan data outlier yang dipilih secara selektif. Menurut analisis pasar olahraga raket tahun 2025 yang mencakup berbagai kota, tingkat hunian rata-rata untuk padel di seluruh Indonesia mencapai 70%, yang sudah melebihi titik impas operasional untuk sebagian besar format tempat penyelenggaraan. (Sumber: <a href=\"https:\/\/www.thesoutheastasiadesk.com\/p\/indonesias-racquet-sports-ecosystem\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meja Asia Tenggara<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Berapa Biaya Membuka Lapangan Padel di Indonesia?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kejelasan biaya sangat penting bagi setiap investor yang mengevaluasi bisnis lapangan padel di Indonesia. Kisaran investasinya luas tergantung pada lokasi, format, dan skala, tetapi angka-angkanya terdokumentasi dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perkiraan biaya per lapangan padel tunggal:<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Struktur utama dan rangka baja: Rp 250 juta hingga Rp 400 juta&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Permukaan lapangan dan rumput sintetis: Rp 100 juta hingga Rp 200 juta&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Pencahayaan, panel kaca, dan pagar: Rp 100 juta hingga Rp 150 juta&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Sistem pemesanan online dan penyiapan operasional: Rp 20 juta hingga Rp 50 juta&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 <strong>Total per pengadilan: Rp 600 juta hingga Rp 1,6 miliar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Sumber: <a href=\"https:\/\/www.thestar.com.my\/aseanplus\/aseanplus-news\/2026\/02\/27\/padel-boom-rattles-residential-areas-in-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bintang<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk gedung dengan empat lapangan, total investasi pengembangan biasanya berkisar antara Rp 4,2 miliar hingga Rp 6 miliar (sekitar USD 260.000 hingga USD 375.000). Dengan tingkat hunian yang moderat, investasi ini secara realistis dapat balik modal dalam waktu dua hingga tiga tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tips Praktis:<\/strong> Provinsi Banten, yang berbatasan dengan Jakarta Raya, menawarkan biaya lahan dan infrastruktur 15 hingga 201 triliun dolar AS lebih rendah daripada Jakarta sendiri. Bagi investor yang ingin membangun tempat multi-lapangan yang dapat dikembangkan, Banten muncul sebagai alternatif berbiaya lebih rendah yang menarik tanpa mengorbankan akses pasar. (Sumber: <a href=\"http:\/\/padelbiz.it\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Padelbiz.it<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dalam Ruangan vs. Luar Ruangan: Memilih Format yang Tepat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilihan antara lapangan indoor dan outdoor memengaruhi biaya dan stabilitas pendapatan jangka panjang. Iklim tropis Indonesia membuat keputusan ini lebih kompleks daripada di pasar Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lapangan indoor:<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Biaya awal lebih tinggi (pengaturan suhu ruangan, struktur tertutup)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Pemesanan yang lebih konsisten sepanjang tahun&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Potensi harga premium yang lebih baik&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Lebih disukai di Bali karena permintaan yang didorong oleh pariwisata dan klien ekspatriat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lapangan luar ruangan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Biaya pembangunan lebih rendah, penyebaran lebih cepat&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Sangat populer di lingkungan perumahan di Jakarta dan Tangerang&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Terkena cuaca musiman, terutama musim hujan dari November hingga Februari&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Membutuhkan rumput sintetis tahan cuaca dan perencanaan drainase.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak operator sukses di Indonesia mengadopsi model hibrida, menggabungkan struktur tertutup dan terbuka untuk menyeimbangkan biaya dengan ketahanan terhadap cuaca.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Di mana sebaiknya membangun: Jakarta, Bali, atau di tempat lain?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi lokasi merupakan salah satu keputusan paling penting dalam bisnis padel. Setiap pasar di Indonesia memiliki profil permintaan, batas harga, dan tingkat persaingan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta (dan Banten):<\/strong> Jakarta Selatan memimpin dengan konsentrasi klub baru tertinggi. Banten mengikuti pasar satelit dengan pertumbuhan tinggi dan biaya lahan yang lebih rendah. Permintaan di Jakarta didorong oleh para profesional perusahaan, penduduk perkotaan muda, dan klub komunitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bali:<\/strong> Bali adalah pasar yang lebih matang di mana kualitas kini lebih diutamakan daripada kuantitas. Lapangan premium dan semi-premium rata-rata berharga Rp 423.000 hingga Rp 431.000 per jam, dengan tempat-tempat kelas atas mencapai Rp 850.000. Ekspatriat, wisatawan internasional, dan segmen berpenghasilan tinggi di Indonesia mendorong permintaan. (Sumber: <a href=\"http:\/\/padelbiz.it\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Padelbiz.it<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kota Sekunder (Bandung, Surabaya, Makassar):<\/strong> Bandung mengalami peningkatan klub padel sebanyak 4,8 kali lipat pada tahun 2025. Pasar-pasar ini memiliki persaingan yang lebih rendah, biaya masuk yang lebih rendah, dan permintaan kelas menengah yang terus meningkat. Pasar-pasar ini ideal bagi investor yang mencari keuntungan sebagai pelopor di luar ibu kota.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apakah Padel di Indonesia Hanya Sekadar Tren?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah pertanyaan yang diajukan setiap investor serius. Kekhawatiran ini beralasan, terutama mengingat bahwa tren olahraga lain di Indonesia, dari Muay Thai hingga bersepeda, telah memudar setelah euforia awal. Namun, bukti menunjukkan bahwa padel memiliki karakteristik yang fundamentally berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padel memiliki tingkat pengembalian pemain sebesar 92% secara global, artinya 9 dari 10 orang yang mencobanya akan kembali lagi. Angka tersebut luar biasa untuk olahraga apa pun, dan merupakan indikator paling jelas dari permintaan jangka panjang. (Sumber: <a href=\"https:\/\/playtomic.com\/global-padel-report\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Laporan Padel Global Playtomic 2025<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain tingkat partisipasi, padel di Indonesia telah diadopsi oleh program kesehatan perusahaan, komunitas gaya hidup, pengembang properti (dengan lapangan yang dibangun di dalam pengembangan perumahan baru), dan bahkan kampus universitas. Integrasi struktural padel ke dalam kehidupan perkotaan lebih dalam daripada tren olahraga sebelumnya di negara ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Risiko Utama yang Harus Dipahami Investor<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada peluang investasi yang tanpa risiko, dan bisnis lapangan padel di Indonesia pun tidak terkecuali. Memahami risiko-risiko inilah yang membedakan investor yang disiplin dari investor spekulatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Risiko utama yang perlu dinilai:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Konflik zonasi dan perumahan:<\/strong> Pada awal tahun 2026, gedung pengadilan yang dibangun di kawasan perumahan dekat Jakarta menghadapi keluhan masyarakat dan tantangan hukum terkait masalah kebisingan dan perizinan. Memilih zona komersial atau zona campuran sepenuhnya menghindari risiko ini. (Sumber: <a href=\"https:\/\/www.thestar.com.my\/aseanplus\/aseanplus-news\/2026\/02\/27\/padel-boom-rattles-residential-areas-in-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bintang<\/a>)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurangnya pengalaman operasional:<\/strong> Lapangan tenis tanpa manajemen yang memadai, program pelatihan, dan sistem pemesanan yang baik memiliki kinerja yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tempat yang dikelola dengan baik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kejenuhan lokasi:<\/strong> Jakarta Selatan memasuki fase yang lebih kompetitif. Investor yang masuk sekarang sebaiknya mengincar Banten, Bandung, atau kota-kota sekunder lainnya untuk potensi margin yang lebih tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Preseden Swedia:<\/strong> Ledakan popularitas padel di Swedia diikuti oleh kelebihan pasokan dan koreksi tajam. Kesenjangan permintaan dan penawaran di Indonesia tetap lebar, tetapi pasar seperti Jakarta Selatan memerlukan analisis yang cermat sebelum memasukinya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tips Praktis:<\/strong> Bisnis padel yang paling tangguh di Indonesia adalah bisnis yang memperlakukan tempat tersebut sebagai destinasi gaya hidup, bukan sekadar tempat penyewaan lapangan. Menambahkan layanan makanan &amp; minuman, acara, dan pelatihan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendiversifikasi pendapatan di luar pemesanan per jam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Studi Kasus ROI 3 Tahun: Proyeksi Sederhana<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk tempat indoor dengan empat lapangan di Jakarta Selatan atau Bali tengah, angka-angkanya adalah sebagai berikut berdasarkan perkiraan konservatif:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Total biaya pembangunan:<\/strong> Rp 5 miliar<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tarif per jam rata-rata:<\/strong> Rp 500.000<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jam operasional per hari per lapangan:<\/strong> 10 jam<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tingkat hunian (konservatif):<\/strong> 65%<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan harian kotor (4 lapangan):<\/strong> Rp 13 juta<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan kotor bulanan:<\/strong> Rp 390 juta<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan kotor tahunan:<\/strong> Rp 4,68 miliar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan setelah memperhitungkan biaya operasional (staf, utilitas, pemeliharaan, pemasaran) sebesar 40% dari pendapatan, pendapatan bersih tahunan mencapai sekitar Rp 2,8 miliar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan laju ini, pengembalian penuh atas investasi sebesar IDR 5 miliar terjadi dalam waktu kurang dari dua tahun, dengan margin keuntungan yang kuat setelahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proyeksi ini sejalan dengan laporan dari para operator di lapangan. Seperti yang dicatat secara publik oleh salah satu pendiri tempat hiburan di Jakarta, empat lapangan dengan harga antara Rp 400.000 dan Rp 700.000 per jam dapat menutup biaya konstruksi &quot;hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu tahun&quot; dengan tingkat hunian 50%.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ringkasan: Mengapa Tahun 2026 Masih Merupakan Waktu yang Tepat untuk Berpartisipasi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis lapangan padel di Indonesia telah melewati fase spekulasi dan memasuki kematangan komersialnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasarnya besar, permintaannya terbukti, tingkat huniannya luar biasa, dan jalur regulasi bagi investor asing sudah jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peluang untuk mendapatkan keuntungan sebagai pihak yang bergerak lebih awal masih ada, terutama di luar Jakarta Selatan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Investor yang bertindak pada tahun 2026 memasuki pasar di mana pasokan masih jauh di bawah permintaan, pengeluaran konsumen untuk padel terus meningkat, dan olahraga ini telah mengakar kuat dalam gaya hidup perkotaan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia tidak sekadar mengikuti tren padel global. Kini, Indonesia justru menciptakan tren tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda siap memanfaatkan momentum ini, temukan caranya. <a href=\"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/services\/business-set-up-indonesia\/\"><strong>BusinessHubAsia<\/strong><\/a> dapat membantu Anda menavigasi lanskap lokal dengan lancar, terhubung dengan sumber daya utama, dan mengamankan posisi Anda di pasar yang berkembang pesat ini.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia has quietly become one of the most exciting sports investment stories in Southeast Asia. The padel court business Indonesia is no longer a niche conversation among sports insiders. It is now a mainstream investment category attracting capital from both domestic and foreign investors. The numbers are hard to ignore. According to the Indonesia Padel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8428,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[64],"tags":[],"country":[9],"service-category":[43],"class_list":["post-8532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-license","country-indonesia","service-category-business-license"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8532"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10501,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8532\/revisions\/10501"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8532"},{"taxonomy":"country","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/country?post=8532"},{"taxonomy":"service-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/service-category?post=8532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}