{"id":10331,"date":"2026-08-26T19:31:00","date_gmt":"2026-08-26T12:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/businesshubasia.com\/"},"modified":"2026-08-27T07:36:22","modified_gmt":"2026-08-27T00:36:22","slug":"choosing-right-kbli-code","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/choosing-right-kbli-code\/","title":{"rendered":"Memilih Kode KBLI yang Benar-Benar Dapat Anda Gunakan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan ini ditulis untuk para pendiri dan direktur yang mendirikan PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing, perseroan terbatas milik asing) atau PT lokal di Indonesia, dan untuk tim yang memperbarui izin usaha yang sudah ada. Setelah membacanya, mereka akan mengetahui cara memilih Kode KBLI yang sesuai dengan operasional sehari-hari, bukan hanya sekadar formalitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode KBLI, singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, adalah klasifikasi lima digit yang memberitahukan sistem OSS (Online Single Submission), kantor pajak, dan kementerian sektoral tentang kegiatan usaha yang diizinkan untuk dilakukan oleh suatu perusahaan. Memilih kode yang salah dapat menyebabkan perusahaan tersebut kehilangan izin usahanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam praktiknya, Kode KBLI yang tertulis dalam akta perusahaan seringkali secara teknis sah. Kode tersebut sesuai dengan judul resmi dalam buku tersebut. Masalah sebenarnya muncul dalam deskripsi ruang lingkup di bawah judul tersebut, yang seringkali tidak mencakup apa yang sebenarnya dijual perusahaan, sebuah celah yang tidak akan terungkap pada pembacaan pertama peraturan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Business Hub Asia mengatasi kesenjangan ini setiap minggu, memeriksa silang aktivitas bisnis yang direncanakan dengan deskripsi KBLI dan persyaratan OSS sebelum pendirian, bukan setelah penolakan. Layanan Konsultasi Perizinan Usaha &amp; KBLI-nya dibangun berdasarkan masalah berulang ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Kode KBLI dan Mengapa OSS Memperhatikan Kecocokan Persis?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode KBLI ditetapkan berdasarkan Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) No. 7 Tahun 2025, yang diterbitkan pada 17 Desember 2025, menggantikan KBLI edisi 2020 sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KBLI 2025 dibangun untuk selaras dengan Revisi 5 Klasifikasi Industri Standar Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 5 peraturan tersebut memberi bisnis dan sistem OSS waktu enam bulan sejak tanggal pemberlakuan untuk sepenuhnya beralih ke kode baru, menurut <a href=\"https:\/\/peraturan.go.id\/files\/peraturan-bps-no-7-tahun-2025.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks peraturan resmi tentang JDIH<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap NIB (Nomor Induk Berusaha) yang dikeluarkan melalui OSS terikat pada satu atau lebih Kode KBLI. Jika operasional harian kemudian menyimpang dari kode yang terdaftar, izin, pelaporan pajak, dan bahkan izin impor dapat dipertanyakan selama audit.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesalahan Paling Umum: Memilih Kode KBLI Hanya Berdasarkan Judulnya Saja<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan yang paling sering diulang adalah memilih Kode KBLI hanya karena judulnya mengandung kata yang familiar. Misalnya, sebuah perusahaan yang menjual suplemen herbal secara online mungkin memilih kode berjudul &quot;perdagangan ritel&quot; hanya karena kata tersebut muncul dalam judulnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Judul jarang menceritakan keseluruhan cerita karena setiap entri KBLI memiliki catatan ruang lingkup yang lebih panjang yang menjelaskan apa yang termasuk, dan seringkali, apa yang secara eksplisit dikecualikan dari kode tersebut. Melewatkan catatan tersebut adalah penyebab sebagian besar ketidaksesuaian terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membaca Deskripsi KBLI dengan Benar, Bukan Hanya Judulnya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap Kode KBLI dalam buku resmi memiliki deskripsi ruang lingkup di bawah judulnya, yang mencantumkan aktivitas yang termasuk, aktivitas yang dikecualikan, dan terkadang referensi silang ke kode terkait yang mungkin lebih sesuai dengan bisnis tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membaca label dropdown OSS saja juga tidak cukup. Deskripsi cakupan lengkap di dalam OSS seringkali terdiri dari beberapa kalimat dan menentukan apakah aktivitas tambahan, seperti pengemasan atau pelabelan pribadi, sudah tercakup atau membutuhkan kode tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jawaban Singkat: Cara Mencocokkan Aktivitas Bisnis dengan Kode KBLI yang Tepat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode KBLI hanya cocok untuk suatu bisnis jika semua hal berikut terpenuhi secara bersamaan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Deskripsi ruang lingkup lengkap kode tersebut, bukan hanya judulnya, mencakup setiap aliran pendapatan yang direncanakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kode tersebut diperiksa terhadap Daftar Investasi Positif terkini untuk batasan kepemilikan asing.<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat risiko yang ditetapkan untuk kode tersebut di OSS sudah dipahami, karena hal itu menentukan jalur perizinan.<\/li>\n\n\n\n<li>Persyaratan teknis tambahan apa pun dari kementerian sektor pengawas telah diidentifikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika kepemilikan dibatasi, kode sumber terbuka yang berdekatan telah dievaluasi sebelum mempertimbangkan mitra lokal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>OSS KBLI dan Daftar Investasi Positif: Ketika Sebuah Kode Memiliki Batasan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua kode KBLI terbuka untuk setiap investor asing. Daftar Investasi Positif Indonesia, yang ditetapkan dalam Perpres No. 10 Tahun 2021 dan diubah oleh Perpres No. 49 Tahun 2021, menetapkan sektor mana yang terbuka, dibatasi, atau dikhususkan untuk koperasi dan usaha kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amandemen tersebut secara drastis mengurangi jumlah sektor yang menerapkan batasan kepemilikan asing atau persyaratan kemitraan, menjadi 46 sektor dari daftar yang jauh lebih panjang berdasarkan peraturan sebelumnya, menurut <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/168534\/perpres-no-49-tahun-2021\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perpres yang telah diamandemen pada basis data hukum BPK.<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kode juga berada di bawah aturan teknis kementerian tertentu di atas Daftar Investasi Positif. Kode yang terkait dengan pengolahan makanan, misalnya, mungkin memerlukan persetujuan teknis terpisah dari kementerian terkait sebelum lisensi OSS berlaku sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Periksa Status KBLI: Cara Memastikan Apakah Suatu Kode Terbuka untuk Kepemilikan Asing<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum dimasukkan, Kode KBLI yang sedang dipertimbangkan harus diperiksa terhadap tiga sumber sekaligus: sistem OSS itu sendiri, lampiran Daftar Investasi Positif saat ini, dan peraturan khusus sektor apa pun dari kementerian pengawas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu <a href=\"https:\/\/oss.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Portal OSS<\/a> Status kepemilikan asing ditampilkan langsung pada setiap kode selama simulasi pendaftaran, sebelum perusahaan secara resmi didirikan. Langkah ini mendeteksi sebagian besar keterbatasan sejak dini, meskipun tidak menggantikan tinjauan hukum lengkap terhadap peraturan tingkat kementerian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Business Hub Asia menjalankan pengecekan tiga arah ini untuk klien sebelum satu dokumen pun ditandatangani, melalui <a href=\"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/services\/business-set-up-indonesia\/\">layanan pendirian usaha dan perizinan<\/a>, Jadi, batasan kepemilikan muncul pada tahap perencanaan, bukan setelah penunjukan notaris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Artikel terkait:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/kbli-2025-adjustment-compliance-guide\/\">KBLI 2025 vs KBLI 2020: Cara Membaca NIB Anda dan Memastikan Kepatuhan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/kbli-indonesia-guide\/\">KBLI Indonesia: Mengapa Kode Klasifikasi Bisnis Ini Dapat Menentukan Keberhasilan atau Kegagalan Masuknya Anda ke Pasar<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang terjadi jika Kode KBLI dibatasi untuk investor asing?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Kode KBLI pilihan ditutup atau dibatasi untuk modal asing, pilihan pertama adalah kode yang berdekatan yang mencakup aktivitas serupa dan tetap terbuka. Banyak kelompok aktivitas mencakup beberapa kode terkait yang memiliki status kepemilikan berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tidak ada alternatif terbuka yang tersedia, jalur yang tersisa adalah entitas yang sepenuhnya dimiliki secara lokal, yang terstruktur dengan benar sesuai hukum Indonesia. Pengaturan yang menyamarkan kendali asing yang sebenarnya di balik nama lokal dilarang berdasarkan hukum investasi Indonesia dan membawa risiko hukum yang serius bagi semua pihak yang terlibat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemitraan lokal yang terstruktur dengan baik, yang dievaluasi dengan penasihat berlisensi sebelum modal berpindah tangan, adalah jalur yang layak untuk dieksplorasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memahami Tingkat Risiko Berdasarkan OSS KBLI: Rendah, Sedang-Rendah, Sedang-Tinggi, dan Tinggi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap Kode KBLI memiliki tingkat risiko yang telah ditetapkan sebelumnya di dalam OSS-RBA (Online Single Submission Risk Based Approach). Tingkat risiko ini, bukan preferensi pemohon, yang menentukan jalur perizinan, di bawah <a href=\"https:\/\/peraturan.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PP No. 28 Tahun 2025<\/a>, yang menggantikan PP No. 5 Tahun 2021 pada tanggal 5 Juni 2025 sambil tetap mempertahankan struktur empat tingkat yang sama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Tingkat Risiko<\/strong><\/td><td><strong>Istilah Bahasa Indonesia<\/strong><\/td><td><strong>Persyaratan Lisensi<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Rendah<\/td><td>Risiko Rendah<\/td><td>Hanya NIB (Baru dalam Kotak)<\/td><\/tr><tr><td>Sedang-Rendah<\/td><td>Risiko Menengah Rendah<\/td><td>NIB ditambah Sertifikat Standar yang dinyatakan sendiri.<\/td><\/tr><tr><td>Sedang-Tinggi<\/td><td>Risiko Menengah Tinggi<\/td><td>NIB ditambah Sertifikat Standar terverifikasi<\/td><\/tr><tr><td>Tinggi<\/td><td>Risiko Tinggi<\/td><td>NIB ditambah Izin (lisensi) yang terverifikasi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkat tersebut menentukan apakah diperlukan Sertifikat Standar atau Izin (lisensi) penuh sebelum perusahaan dapat secara legal mulai beroperasi, bukan hanya mendaftar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Kode KBLI berdasarkan Tingkat Risiko: Rendah, Sedang, dan Tinggi&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel di bawah ini menunjukkan bagaimana keempat tingkatan risiko diterjemahkan ke dalam Kode KBLI dan langkah-langkah perizinan yang sebenarnya, sehingga kategori-kategori di atas lebih mudah dibayangkan dalam konteks bisnis yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Tingkat Risiko<\/strong><\/td><td><strong>Contoh Kode &amp; Aktivitas KBLI<\/strong><\/td><td><strong>Apa yang Dibutuhkan Sebelum Mengoperasikan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Rendah<\/td><td>47761, perdagangan ritel bunga potong dan rangkaian bunga<\/td><td>Hanya NIB (Baru dalam Kotak)<\/td><\/tr><tr><td>Sedang-Rendah<\/td><td>55900, layanan akomodasi lainnya (misalnya wisma tamu, homestay)<\/td><td>NIB + Sertifikat Standar yang dinyatakan sendiri<\/td><\/tr><tr><td>Sedang-Tinggi<\/td><td>41011, konstruksi bangunan perumahan<\/td><td>NIB + Sertifikat Standar terverifikasi<\/td><\/tr><tr><td>Tinggi<\/td><td>08101, pertambangan batubara, dan manufaktur farmasi (grup KBLI 21)<\/td><td>NIB + Izin terverifikasi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas yang sama juga dapat bergeser tingkat risikonya seiring dengan skala. Restoran kecil dengan kurang dari 50 tempat duduk sering dinilai berisiko rendah, sementara restoran yang lebih besar dengan Kode KBLI yang sama dapat terdorong ke tingkat risiko menengah-rendah atau menengah-tinggi setelah kapasitas tempat duduk, modal, atau volume pemrosesan meningkat. Kode KBLI hanya setengah dari perhitungan risiko; skala yang dimasukkan dalam OSS adalah setengah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Kode KBLI Risiko Sedang-Tinggi atau Tinggi Menunda Aktivitas Komersial?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kegiatan berisiko sedang-tinggi dan tinggi, NIB saja tidak mengizinkan operasi komersial. NIB hanya mengizinkan persiapan, seperti konstruksi, pemasangan peralatan, atau penyiapan fasilitas, sementara sertifikat atau izin yang telah diverifikasi sedang diproses.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jeda antara penerbitan NIB dan izin untuk kegiatan komersial bersifat tentatif. Hal ini bergantung pada sektornya, kelengkapan dokumen teknis, dan seberapa cepat kementerian pengawas memverifikasi pengajuan tersebut. Berdasarkan pengalaman kami, tahap verifikasi inilah yang paling sering menyebabkan penundaan, bukan pada proses seleksi KBLI itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Business Hub Asia menyusun tahap verifikasi ini bersamaan dengan pendirian perusahaan melalui <a href=\"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/services\/business-set-up-indonesia\/\">layanan konsultasi perizinan usaha<\/a>, Dengan demikian, klien tidak akan kesulitan merencanakan tanggal peluncuran sebelum sertifikat atau izin benar-benar disetujui.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pelajaran dari Lapangan: Bagaimana Kode KBLI yang Tidak Sesuai Berdampak&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skenario di bawah ini adalah contoh gabungan yang diambil dari pola berulang, bukan dari satu file klien tertentu, dan dibagikan untuk mengilustrasikan bagaimana kesalahan-kesalahan di atas benar-benar muncul selama proses pendaftaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kasus 1: Satu Bisnis, Dua Aktivitas, Satu Kode<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah perusahaan pemanggang kopi khusus mendirikan kafe dengan layanan makan di tempat dan juga berencana untuk menjual biji kopi panggang secara grosir ke kafe lain. Perusahaan tersebut mendaftarkan satu Kode KBLI yang mencakup layanan makanan dan minuman, dengan asumsi penjualan grosir berada di bawah lisensi yang sama. Tinjauan rutin OSS menandai pengiriman grosir sebagai aktivitas tanpa izin, karena penjualan massal ke bisnis lain berada di bawah kode perdagangan yang terpisah. Perusahaan tersebut harus menambahkan Kode KBLI kedua dan memperbarui NIB-nya sebelum pesanan grosir dapat dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kasus 2: Kejutan Tingkat Risiko<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah grup restoran berencana untuk membuka restoran dengan kapasitas tempat duduk sekitar 80 tamu. Karena kapasitas tempat duduk di atas sekitar 50 orang akan meningkatkan risiko Kode KBLI restoran ke kategori yang lebih tinggi, perusahaan tersebut membutuhkan Sertifikat Standar yang terverifikasi, bukan deklarasi mandiri, sebelum melayani pelanggan. Para pendiri telah menganggarkan pembukaan pada minggu yang sama berdasarkan tanggal NIB saja, tanpa memperhitungkan langkah verifikasi tambahan yang menyertai skala bisnis mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kasus 3: Pembatasan Kepemilikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah perusahaan konsultan digital dengan pemegang saham asing menginginkan satu Kode KBLI yang mencakup pengembangan perangkat lunak dan aktivitas pengolahan data yang dibatasi dalam Daftar Investasi Positif. Alih-alih menggunakan nomine lokal informal untuk menghindari pembatasan tersebut, perusahaan tersebut membagi ruang lingkupnya menjadi dua kode: kode terbuka untuk pengembangan perangkat lunak, dan struktur kemitraan lokal yang ditinjau secara terpisah untuk aktivitas yang dibatasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dapatkan Kode KBLI yang Tepat Sebelum Anda Mendaftar, Bukan Setelahnya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode KBLI yang dipilih dengan mempertimbangkan deskripsi ruang lingkup lengkap, batasan sektor, dan tingkat risiko akan menghemat waktu berbulan-bulan untuk koreksi di kemudian hari. Memilih kode yang tepat sejak awal akan menjaga jadwal perizinan perusahaan, dan kemampuannya untuk beroperasi secara legal, tetap sesuai rencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Layanan Konsultasi Perizinan Usaha &amp; KBLI dari Business Hub Asia meninjau aktivitas yang direncanakan terhadap KBLI 2025, Daftar Investasi Positif saat ini, dan tingkatan risiko OSS sebelum pendirian perusahaan dimulai, sehingga dapat mendeteksi ketidaksesuaian selagi masih mudah diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan konsultasi Kode KBLI dan perizinan usaha dengan Business Hub Asia. <a href=\"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/services\/foreign-company-registration-indonesia\/\">tim pendaftaran dan perizinan perusahaan milik asing<\/a> untuk memastikan klasifikasi yang tepat sebelum diajukan ke OSS.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>This guide is written for founders and directors setting up a PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing, a foreign-owned limited liability company) or a local PT in Indonesia, and for teams renewing an existing license. After reading it, they will know how to choose a KBLI Code that matches daily operations, not just paperwork. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":10332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"country":[9],"service-category":[],"class_list":["post-10331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-company-registration","country-indonesia"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10331"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10728,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10331\/revisions\/10728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10331"},{"taxonomy":"country","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/country?post=10331"},{"taxonomy":"service-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/businesshubasia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/service-category?post=10331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}